Mode Operasi Modulasi

Mode Operasi Modulasi

Operator radio amatir memiliki berbagai mode untuk dalam komunikasi dua arah. Mode A mengacu pada cara sinyal dimodulasi selama transmisi. Yang sering digunakan adalah bentuk modulasi AM, FM, SSB, dan digital. Agar sinyal yang akan dikirim dan diterima dengan mudah dibaca itu dimodulasi elektronik. Kedua pemancar dan penerima harus menggunakan bentuk yang sama modulasi untuk komunikasi yang akan sukses. Tabel mode yang lebih disukai untuk komunikasi suara memberikan beberapa gagasan tentang apa yang diharapkan ketika Anda menggunakan sebuah band tertentu. Beberapa mode seperti penggunaan Rtty LSB untuk semua band.

Mode yang dipilih

Modus suara berikut ini digunakan oleh kesepakatan umum:

  • LSB 160, 80, 40 meter
  • USB 20, 17, 15, 12, 10 meter
  • FM 2, 1,25 m dan 70 cm. Beberapa USB juga digunakan.

Cara Masing-masing memiliki karakteristik sendiri yang unik. Salah satunya adalah jumlah bandwidth yang diduduki oleh sinyal. CW sangat sempit (kurang dari 250 Hz) sedangkan FM adalah agak lebar (15-20 kHz). Sebuah sinyal sempit berarti ada ruang untuk sinyal lebih dan dengan demikian aktivitas lebih lanjut tentang band ini. Di sisi lain sempit mengirimkan sinyal kualitas kurang atau informasi. CW memerlukan penggunaan kode Morse sedangkan hasil FM sinyal berkualitas tinggi untuk komunikasi suara. Dalam masing-masing berikut modus lebih banyak digunakan dibahas secara singkat.

CW ( Gelombang kontinyu )

Adalah sinyal unmodulated sederhana tidak seperti orang lain yang menggunakan beberapa bentuk modulasi. Dengan mengganggu sinyal dengan kode, kunci Morse dikirim. Jadi kode Morse bukan modus tetapi seperti namanya, kode yang digunakan untuk berkomunikasi dengan mengendalikan sinyal CW. Meskipun dibutuhkan waktu dan latihan untuk menjadi mahir dengan kode menggunakan CW adalah salah satu bentuk komunikasi yang paling dapat diandalkan karena umumnya dapat melalui kondisi yang paling sulit di mana sinyal lain tidak bisa.

AM ( Modulasi Amplitudo )

Adalah modus awal yang digunakan oleh ham untuk transmisi suara. AM sinyal pembawa (seperti CW) yang atas dan bawah sidebands yang dimodulasi dengan memvariasikan amplitudo (kekuatan) dari sinyal. Sebagian besar stasiun siaran gelombang pendek menggunakan metode ini. Jika Anda menyetel ke BBC atau beberapa stasiun tersebut dengan menggunakan baik USB atau LSB pada penerima, Anda dapat mendengar pembawa sebagai nada terus menerus ketika Anda bergerak sedikit menjauh dari pusat sinyal. Jika Anda mendengarkan sekitar akhir atas 80 meter band Anda mungkin menemukan beberapa ham dengan menggunakan mode ini. Namun AM mengambil dua kali lipat bandwidth SSB dan karenanya tidak banyak digunakan di Amatir radio.

SSB ( Pitasisi tunggal )

Adalah mode dimana carrier dan satu sideband dari modus AM telah tertindas. Apakah menggunakan USB (pitasisi atas) atau LSB (pitasisi rendah) lebih dari sinyal pemancar adalah fokus pada pitasisi yang digunakan dibandingkan dengan AM. Akibatnya sinyal perjalanan lebih jauh dan lebih mudah untuk menyalin dalam kondisi yang tidak menguntungkan banyak. SSB adalah modus telepon pilihan bagi Amatir pada band HF.

FM ( Frekuensi Modulasi )

Adalah apa yang Anda dengar di 2 meter ketika menggunakan genggam dan bekerja melalui repeater klub. Ini adalah modus mana yang paling ham dimulai. FM memiliki kualitas luar biasa untuk komunikasi suara dan umumnya tidak ada kebisingan atau fading yang Anda dengar di HF dengan SSB atau CW. Namun karena persyaratan luas bandwidth biasanya terbatas pada band-band seperti 2m atau 70cm di mana ada banyak ruang. Beberapa FM juga dapat didengar pada jarak 10 meter sekitar 29 MHz.

Digital Mode

Modus digital telah ada sejak RTTY tetapi sangat luar dengan generasi komputer. Untuk menyederhanakan menggunakan mode digital-off di (biner 0-1) untuk mengirim informasi. CW adalah benar-benar sebuah bentuk dasar ini, walaupun cukup. Kebanyakan modus digital memerlukan komputer yang akan dihubungkan dengan radio untuk membantu dengan mengirim dan menerima data. Kebanyakan juga memerlukan TNC (terminal node controller) dengan chip yang mendukung modus tertentu. Anda mengirim dengan mengikat pada keyboard dan menerima dengan melihat informasi yang diterima di layar. Beberapa moda digital yang lebih populer adalah:

   #RTTY – Radioteletype (RTTY) menggunakan baudot (5 bit per karakter) atau kode ASCII (7 bit per karakter) untuk berkomunikasi. RTTY hampir dapat diandalkan seperti CW dan ada banyak ham yang menggunakan modus ini secara teratur pada band HF.

   # Packet – menggunakan set karakter ASCII lengkap yang memungkinkan baik atas dan huruf kecil karakter dalam transmisi. Paket bebas dari kesalahan yang dicapai dengan mengirimkan data dalam paket kecil dengan sedikit cek. Jika kesalahan terdeteksi oleh stasiun penerima itu balasan dan meminta paket ulang. Ini diulang yang diperlukan untuk menerima paket dengan benar. Ketika sinyal yang baik paket jarang perlu dikirim dua kali tapi dalam kondisi buruk, kirim kembali paket-paket kesalahan memperlambat pertukaran informasi.

   # Tor Mode – TOR berarti “teleprinting melalui radio.” Mode ini termasuk AMTOR, PACTOR, G-TOR dan Clover. Pada dasarnya mereka semua menggunakan beberapa variasi teknik yang disebutkan dalam paket untuk memastikan transmisi bebas kesalahan. Setiap menggunakan algoritma khusus untuk menghasilkan kecepatan transmisi ditingkatkan dan keakuratan.

   # PSK-31 – adalah pendatang baru dalam adegan digital dan cepat menjadi modus digital primer. Salah satu alasan banding adalah bahwa dia menggunakan kartu suara di komputer untuk mengirim dan menerima melalui radio. Tidak ada peralatan khusus lainnya yang diperlukan. PSK-31 menggunakan bandwidth yang sangat kecil, kurang dari CW dan dapat berfungsi dengan baik pada kekuatan sinyal rendah. Tidak seperti paket dan TOR tidak bebas dari kesalahan.

Fast scan TV ( FSTV ) dan lambat scan TV ( SSTV )

Adalah mode digunakan untuk mengirim gambar atau foto melalui radio. SSTV umumnya digunakan pada band HF dan hanya dapat mengirim gambar diam karena data rate dan bandwidth rendah. FSTV di sisi lain umumnya digunakan pada band UHF dan dapat mengirim gambar bergerak. Baru-baru ini beberapa produsen HT telah menghasilkan radio genggam dengan built-in kamera dan layar untuk digunakan dalam mode ini.

IRLP ( Internet Radio Linking Project )

Adalah metode untuk menghubungkan Internet dengan Radio Amateur. Biasanya link dilakukan melalui sebuah repeater lokal sehingga Anda dapat tersambung ke seseorang dengan genggam. Pada dasarnya Anda mendaftar ke repeater lokal dan masukkan kode untuk menghubungkan Anda ke link Internet. Dari sana Anda tersambung ke repeater lain yang juga di Internet. Jadi dengan genggam Anda Anda dapat ambil untuk ham ribuan mil jauhnya dengan kualitas sinyal kontak lokal. IRLP adalah penemuan Kanada oleh VE7LTD dan menggunakan Voice over IP (VoIP) untuk segera menghubungkan satu atau lebih repeater di seluruh dunia. Sekarang dengan lisensi dasar Anda amatir radio baru mampu menggunakan HT untuk berkomunikasi di seluruh dunia

Posted in Komunikasi | Tagged , , | Leave a comment

Komponen Dasar Radio dan Elektro

Komponen Dasar Radio dan Elektro

 Kita ketahui bahwa komponen radio itu banyak macamnya. Dari tabung radio yang besar-besar sampai dengan IC dan dioda yang kecil-kecil. Untuk mengenal wajah seluruhnya sudah barang tentu memerlukan waktu lama. Beberapa jenis yang banyak digunakan dalam praktek sehari-hari diantaranya adalah; RESISTOR, KONDENSATOR (KAPASITOR), COIL (KUMPARAN), TRANSFORATOR (TRAFO), KRISTAL, CERAMIC FILTER, RELEY, MICROPHONE, SPEAKER, COAXIAL CABLE, DIODA, THYRISTOR, TRIAC DAN DIAC, TRANSISTOR, UNI JUNKTION TRANSISTOR, FIELD EFFECT TRANSISTOR, MOSFET, INTEGRATED CIRCUIT ATAU DIKENAL DENGAN SINGKATAN IC.

Kecuali bentuk dan namanya, secara garis besar fungsi, sifat dan simbol – simbol setiap komponen elektronik mempunyai ukuran kekuatannya, ukuran ini dapat dinyatakan dalam berbagai cara, ialah dengan kode huruf, kode angka dan kode warna selain juga dengan menggunakan alat pengukur secara langsung.

Untuk menuliskan angka yang besar-besar misalnya jutaan, puluhan juta dan juga menuliskan angka yang sangat kecil misalnya seperseribu, sepersepuluh juta dan sebagainya akan makan tempat.

Terutama penulisan di atas komponen yang kecil-kecil besaran-besaran tersebut sangat sulit untuk dibaca. Untuk mempersingkat, maka orang mengunakan istilah-istilah yang ringkas dan sekalian kode-kodenya yang berupa huruf.

GIGA (G) = 1.000.000.000

MEGA (M) = 1.000.000

KILO (K) = 1.000

MILLI (m) = 0,001

MIKRO (_) = 0,000 001

NANO (n) = 0,000 000 001

PIKO (p) = 0,000 000 000 001

Dengan kode-kode huruf itu kita dapat menuliskan angka-angka panjang menjadi ringkas dan praktis untuk dituliskan di atas komponen terutama yang kecil-kecil, misalnya 1.000.000.000 Cycle cukup ditulis 1Mc, 0,000 000 000 001 Farrad cukup ditulis dengan 1pF dan sebagainya.

Untuk angka-angka pecahan dalam teknik radio biasa digunakan pecahan desimal, ialah dengan tanda baca koma, misalnya satu setengah dituliskan sebagai 1,5 dan sebagainya. Dalam teknik radio tanda baca koma tersebut diganti dengan huruf singkatan besarannya, misalnya 1,5 kilo ditulis 1K5,  5,6 kilo dituliskan 5K6 dan sebagainya. Cara tersebut menguntungkan terutama untuk penulisan pada komponen yang dimensinya kecil sehingga tanda baca koma sukar dilihat dan juga dapat dengan mudah terhapus.

Disamping kode huruf, untuk mempersingkat penulisan, dalam teknik radio dikenal juga kode-kode angka. Kode angka ini digunakan untuk menggantikan sejumlah angka nol, misalnya untuk menyingkat angka 1.200.000 dituliskan sebagai 125. Angka yang terakhir, ialah angka lima menggantikan sejumlah angka nol yang ada di belakang angka 12. Cara penulisan semacam ini akan

dipergunakan pada kode warna.

Yang diuraikan di atas adalah penggunaan kode angka 3 digit. Kode angka dapat juga dituliskan dengan 4 digit, misalnya menuliskan angka 124.000 dapat ditulis dengan 4 digit, menjadi 1243. Sistem 4 digit ini banyak digunakan pada resistor dengan toleransi 1%. Penulisan tidak dilakukan dengan angka tetapi dengan kode-kode warna.

Angka dapat duwujudkan dalam bentuk kode warna, kode ini dapat berbentuk gelang warna

ataupun berupa bundaran yang berjajar. Adapun kode warna itu adalah sebagai berikut ini.

1 = Cokelat         6 = Biru

2 = Merah           7 = Ungu

3 = Orange          8 = Abu-abu

4 = Kuning          9 = Putih

5 = Hijau           0 = Hitam

Penggunaan kode warna ini sangat menguntungkan terutama untuk komponen yang kecil-kecil

karena dengan gelang-gelang warna, angka menjadi mudah terlihat dan tidak mudah terhapus.

RESISTOR Di pasaran terdapat berbagai jenis resistor, dapat digolongkan menjadi dua macam ialah resistor tetap yaitu resistor yang nilai tahanannya tetap dan ada yang bisa di atur dengan tangan, ada juga yang perubahan nilai tahanannya diatur otomatis oleh cahaya atau oleh suhu. Resistansi resistor biasanya dituliskan dengan kode warna yang berbentuk budaran-bundaran atau bisa juga gelang warna. Adapun satuan yang digunakan adalah OHM (_). Kecuali besarnya resistansi, suatu resistor ditandai dengan toleransinya, juga berupa gelang warna yang dituliskan setelah tanda resistansi.

Parameter resistor berikutnya adalah besarnya daya maksimum yang diperkenankan melewatinya. Mengenai daya maksimum ini tidak diberikan tanda oleh pabriknya akan tetapi hanya dilihat dari demensinya saja. Resistor ada yang mempunyai kemampuan 1/8 Watt, ¼ Watt, ½ Watt, 1 Watt, 2 Watt, 5 Watt dan sebagainya. Adapun kode warna untuk toleransi adalah sebgai berikut : 1 persen = Cokelat 2 persen = Merah 5 persen = Emas 10 persen = Perak Bahan pembuat resistor dapat digunakan lilitan kawat tahanan atau dapat pula dengan karbon. Dengan lilitan kawat tahanan, maka kecuali resistansi, juga akan memberikan sedikit induktansi. Pada saat ini resistor yang menggunakan karbon sudah tidak banyak terdapat di pasaran.  

Resistor Variable (VR)

Nilai resistansi resistor jenis ini dapat diatur dengan tangan, bila pengaturan dapat dilakukan setiap saat oleh operator (ada tombol pengatur) dinamakan potensiometer dan apabila pengaturan dilakukan dengan obeng dinamakan trimmer potensiometer (trimpot). Tahanan dalam potensiometer dapat dibuat dari bahan carbon dan ada juga dibuat dari gulungan kawat yang disebut potensiometer wire wound. Untuk digunakan pada voltage yang tinggi biasanya lebih disukai jenis wire wound.  

Resistor Peka Suhu dan Resistor Peka Cahaya

Nilai resistansi thermistor tergantung dari suhu. Ada dua jenis yaitu NTC (negative temperature coefficient) dan PTC (positive temperature coefficient). NTC resistansinya kecil bila panas dan makin dingin makin besar. Sebaliknya PTC resistensi kecil bila dingin dan membesar bila panas.

Ada lagi resistor jenis lain ialah LDR (Light Depending Resistor) yang nilai resistansinya tergantung dari sinar.  

KONDENSATOR (KAPASITOR)

Kodensator dapat menyimpan muatan listrik, dapat meneruskan AC akan tetapi menahan DC, besaran ukuran kekuatannya dinyatakan dalam FARAD (F). Dalam radio, kondensator digunakan untuk :

1. Menyimpan muatan listrik

2. Mengatur frekuensi

3. Sebagai filter

4. Sebagai alat kopel

Berbagai macam kapasitor digunakan pada radio, ada yang punya kutub positif dan negatif disebut polar ada yang tidak punya disebut non polar. Kondensator elektrolit atau elco dan tantalum adalah kondensator polar. Kondensator dengan solid dialectric biasanya non polar, misalnya keramik, milar, silver mica, MKS (polysterene), MKP (polypropylene), MKC (polycarbonate), MKT (polythereftalate) dan MKL (cellulose acetate). Disamping nilai kapasitansi, kondensator mempunyai batas kemampuan tegangan (Work Voltage), ialah tegangan maksimum yang diperbolehkan.

Penulisan kapasitansi kapasitor masif biasanya memakai code angka tiga digit dengan satuan pF, sedangkan pada elco angka desimal. Nilai kapasitansi kondensator dipengaruhi oleh temperatur, diantara berbagai jenis kondensator yang telah disebutkan di atas, jenis mica atau silver mica adalah yang paling tahan terhadap perubahan suhu.

Kondensator Variable (VARCO) Nilai kapasitansi jenis kondensator ini dapat diatur dengan tangan, bila pengaturan dapat dilakukan setiap saat oleh operator (ada tombol pengatur) dinamakan Kondensator Variabel (VARCO) dan apabila pengaturan dilakukan dengan obeng dinamakan kondensator trimmer

kondensator Variabel

COIL (KUMPARAN)

Coil adalah suatu gulungan kawat di atas suatu inti. Tergantung pada kebutuhan, yang banyak digunakan pada radio adalah inti udara dan inti ferrite. Coil juga disebut inductor, nilai induktansinya dinyatakan dalam besaran Henry (H). symbol COIL INTI UDARA COIL INTI FERRITE Dalam pesawat radio,

Coil

coil digunakan :

1. Sebagai kumparan redam

2. Sebagai pengatur frekuensi

3. Sebagai filter

4. Sebagai alat kopel

Coil Variabel.

Coil variabel adalah coil dengan induktansi yang dapat diubah-ubah, perubahan dilakukan dengan memutar posisi inti ferrite. Coil semacam ini banyak digunakan pada osilator agar frekuensi dapat diatur, bentuk coil ini serupa dengan trafo IF.

Coil Variabel

TRANSFORATOR (TRAFO)

Transformator adalah dua buah kumparan yang dililitkan ada satu inti, inti bisa inti besi atauinti ferrite. Ia dapat meneruskan arus listrik AC dan tidak dapat untuk digunakan pada DC. Kumparanpertama disebut primer ialah kumparan yang menerima input, kumparan kedua disebut sekunder ialahkumparan yang menghasilkan output. Dalam pesawat radio, transformator digunakan :

1. Mengubah tegangan listrik (disebut Power Trafo)

2. Sebagai kopel

Power Trafo.

Kumparan primer dan sekunder dapat digulung secara terpisah atau dapat juga digulung bersusun. Gulungan primer dan sekundernya bisa berdiri sendiri-sendiri atau dapat, ini disebut autotrafo. Gulungan trafo diberikan TAP ditengah yang disebut disebut trafo center tap.

Power Trafo

Trafo Kopel. Trafo kopel digunakan untuk meneruskan listrik AC disertai perubahan impedansi. Kita ketahui bahwa gulungan kawat pada suatu inti tertentu, bila jumlah gulungannya berbeda, cenderung akan memberikan impedansi yang berbeda pula. Seperti halnya pada power trafo, primer dan sekunder dapat digulung secara terpisah atau dapat juga digulung bersusun. Suatu trafo dengan tap bila gulungan sebelum tap dan sesudah tap symetris disebut bifilar, bila diberi dua tap disebut trifilar. Cara penggulungan trafo bifilar dilakukan dengan menumpuk dua kawat dan digulung bersama-sama, kemudian kedua ujungnya dihubungkan kembali (disolder). Penyambungan dilakukan sedemikian sehingga kedua gulungan sebelum dan sesudah tap mempunyai arah gulungan yang sama. Demikian juga untuk trifilar, dilakukan dengan menumpuk tiga kawat.

Trafo IF Balun

KRISTAL

Dalam pesawat radio, kristal digunakan pada asilator agar frekuensi osilator dapat dipertahankan stabil, disamping frekuensi yang stabil, suatu osilator kristal mempunyai bandwidth yang sangat sempit. Kristal yang dipakai dalam pesawat radio kebanyakan adalah sekeping potongan kristal quartz. Frekuensi resonansinya tergantung pada ketebalan kepingannya, misalnya untuk 7 MHz ketebalannya sekitar 0.9 MM. Suatu kristal quartz dapat memberikan efek piezoelectric. Material piezoelectric yang lain adalah Garam Rochelle atau nama kimianya Kalium Natrium Tartrat, kristal semacam ini kebanyakan digunakan untuk microphone atau untuk speaker headphone.

Kristal

Untuk membuat kristal dengan frekuensi yang tinggi (di atas 20 MHz) agak sulit membuat ketebalan yang akurat. Biasanya untuk frekuensi tinggi digunakan kristal dengan frekuensi dibawah, selanjutnya pada osilator diberikan filter sehingga menghasilkan output harmonic-nya. Kristal yang bekerja pada frekuensi sesuai ketebalan kepingan kristal disebut kristal fundament dan kristal yang bekerja 3 atau 5 kalinya disebut overtone. Disamping penggunaannya sebagai osilator, microphone dan speaker, kristal juga digunakan sebagai filter. Kristal filter terdiri atas suatu rangkaian kristal berupa ladder filter atau rangkaian lattice filter, kristal yang khusus dibuat untuk filter mempunyai kaki tiga.

CERAMIC FILTER

Untuk keperluan filter yang tidak memerlukan bandwith sempit (bukan untuk SSB filter), digunakan ceramic filter. Ceramic filter digunakan dalam radio untuk IF filter.

Ceramic filter

Ceramic filter sebenarnya juga punya kemampuan sebagai osilator ataupun SSB filter, akan tetapi sebaiknya tidak menggunakannya sebagai SSB filter oleh karena bandwidth yang amat lebar, jauh melampaui bandwidth yang diperkenankan dalam radio regulation.

RELEY

Reley adalah suatu switch yang digerakkan secara elektris, dalam pesawat radio transceiver digunakan untuk memindah-mindah aliran listrik dari bagian receiver ke bagian transmitter dan memindah-mindah antena dari receive ke transmit.

MICROPHONE

Berbagai jenis microphone dipakai pada transceiver, akan tetapi yang banyak dipakai adalah dynamic mic dan condensor mic atau electret condensor mic (ECM). Jenis microphone yang lain lagi adalah carbon mic dan crystal mic.

Microphone

SPEAKER

Speaker pada radio digunakan untuk mengubah getaran listrik yang berasal dari detector menjadi getaran suara. Dalam speaker terdapat magnet dan suatu kumparan yang dapat bergerak bebas. Kumparan tersebut dihubungkan dengan suatu membran audio. Bila kumparan dilalui oleh arus AC, audio akan bergerak-gerak dan menggetarkan membran audio.

Speaker

COAXIAL CABLE

Untuk menghubungkan transmitter dengan antena bisa digunakan twin lead atau coaxial cable, akan tetapi coaxial cable lebih dikenal karena mudah menggarapnya dan terdapat banyak di pasaran. Suatu parameter penting dari suatu coaxial cable adalah impedansinya, yang dinyatakan dalam satuan OHM.

Coaxial Cable

Dalam coaxial cable terdapat dua konduktor, satu berada ditangah disebut inner dan yang satunya menyelubungi konduktor yang ditengah tadi yang disebut outer, outer ini dihubungkan dengan ground. Coaxial cable yag banyak terdapat di pasaran dikenal dengan nomor seri RG-8/U dengan diameter luar 10.3 MM dan RG-58A/U dengan diamater luar 5 MM, masing-masing pempunyai impedansi 50 OHM.

DIODA

Dioda adalah komponen semiconductor yang paling sederhana, ia terdiri atas dua elektroda yaitu katoda dan anoda.

DIoda dan zener

Ujung badan dioda biasanya diberi tanda, berupa gelang atau berupa titik, yang menandakan letak katoda. Dioda hanya bisa dialiri arus DC searah saja, pada arah sebaliknya arus DC tidak akan mengalir. Apabila dioda silicon dialiri arus AC ialah arus listrik dari PLN, maka yang mangalir hanya satu arah saja sehingga arus output dioda berupa arus DC. Bila anoda diberi potensial positif dan katoda negatif, dikatakan dioda diberi forward bias dan bila sebaliknya, dikatakan dioda diberi reverse bias. Pada forward bias, perbedaan voltage antara katoda dan anoda disebut threshold voltage atau knee voltage. Besar voltage ini tergantung dari jenis diodanya, bisa 0.2V, 0.6V dan sebagainya. Bila dioda diberi reverse bias (yang beda voltagenya tergantung dari tegangan catu) tegangan tersebut disebut tegangan terbalik. Tegangan terbalik ini tidak boleh melampaui harga tertentu, harga ini disebut breakdown voltage, misalnya dioda type 1N4001 sebasar 50V. Dioda jenis germanium misalnya type 1N4148 atau 1N60 bila diberikan forward bias dapat meneruskan getaran frekuensi radio dan bila forward bias dihilangkan, akan mem-blok getaran frekuensi radio tersebut. Adanya sifat ini, dioda jenis tersebut digunakan untuk switch.

Dioda Zener adalah suatu dioda yang mempunyai sifat bahwa tegangan terbaliknya sangat stabil, tegangan ini dinamakan tegangan zener. Di atas tegangan zener, dioda ini akan menghantar listrik ke dua arah. Dioda ini digunakan sebagai voltage stabilizer atau voltage regulator. Bentuk dioda ini seperti dioda biasa, perbedaannya hanya dapat dilihat dari type yang tertulis pada bodynya dan zener voltage dilihat pada vademicum

Suatu jenis dioda yang lain adalah Light Emiting Diode (LED) yang dapat mengeluarkan cahaya bila diberikan forward bias.

light emiting dioda

Dioda jenis ini banyak digunakan sebagai indikator dan display. Dioda foto mempunyai sifat lain lagi, yang berkebalikan dengan LED ialah akan menghasilkan arus listrik bila terkena cahaya. Besarnya arus listrik tergantung dari besarnya cahaya yang masuk. Dioda Kapasiansi Variabel yang disebut juga dioda varicap atau dioda varactor. Sifat dioda ini ialah bila dipasangkan menurut arah terbalik akan berperan sebagai kondensator. Kapasitansinya tergantung pada tegangan yang masuk. Dioda jenis ini banyak digunakan pada modulator FM dan juga pada VCO suatu PLL (Phase Lock Loop).

dioda varactor

Untuk membuat penyearah pada power supply, di pasaran banyak terjual dioda bridge. Dioda ini adalah dioda silicon yang dirangkai menjadi suatu bridge dan dikemas menjadi satu kesatuan komponen. Di pasaran terjual berbagai bentuk dioda bridge dengan berbagai macam kapasitasnya. Ukuran dioda bridge yang utama adalah voltage dan ampere maksimumnya.

dioda bridge

Banyak kegunaan dioda dan secara umum dioda dapat digunakan antara lain untuk : 1. Pengaman 2. Penyearah 3. Voltage regulator 4. Modulator 5. Pengendali frekuensi 6. Indikator 7. Switch

THYRISTOR, TRIAC DAN DIAC

Pada prinsipnya thyristor atau disebut juga dengan istilah SCR (Silicon Controlled Rectifier) adalah suatu dioda yang dapat menghantar bila diberikan arus gerbang (arus kemudi). Arus gerbang ini hanya diberikan sekejap saja sudah cukup dan thyristor akan terus menghantar walaupun arus gerbang sudah tidak ada. Ini berbeda dengan transistor yang harus diberi arus basis terus menerus.

Thyristor Diac dan Triac

Triac adalah thyristor yang bekerja untuk AC sedangkan diac akan menahan arus kearah dua belah fihak, tetapi setelah tegangan melampaui suatu harga tertentu, ia akan menghantar secara penuh.  

TRANSISTOR

Komponen semiconductor selanjutnya adalah transistor, komponen ini boleh dikata termasuk komponen yang susunannya sederhana bila dibandingkan dengan Integrated Circuit. Pada prinsipnya, suatu transistor terdiri atas dua buah dioda yang disatukan. Agar transistor dapat bekerja, kepada kaki-kakinya harus diberikan tegangan, tegangan ini dinamakan bias voltage.

TRANSISTOR DIPANDANG DARI GABUNGAN DUA DIODA

Basis emitor diberikan forward voltage, sedangkan basis kolektor diberikan reverse voltage. Sifat transistor adalah bahwa antara kolektor dan emitor akan ada arus (transistor akan menghantar) bila ada arus basis. Makin besar arus basis makin besar penghatarannya. Berbagai bentuk transistor yang terjual di pasaran, bahan selubung kemasannya juga ada berbagai macam misalnya selubung logam, keramik dan ada yang berselubung polyester.

Transistor

Transistor pada umumnya mempunyai tiga kaki, kaki pertama disebut basis, kaki berikutnya dinamakan kolektor dan kaki yang ketiga disebut emitor. Suatu arus listrik yang kecil pada basis akan menimbulkan arus yang jauh lebih besar diantara kolektor dan emitornya, maka dari itu transistor digunakan untuk memperkuat arus (amplifier). Terdapat dua jenis transistor ialah jenis NPN dan jenis PNP. Pada transistor jenis NPN tegangan basis dan kolektornya positif terhadap emitor, sedangkan pada transistor PNP tegangan basis dan kolektornya negatif terhadap tegangan emitor.

Symbol Transistor PNP dan NPN

Transistor dapat dipergunakan antara lain untuk :

1. Sebagai penguat arus, tegangan dan daya (AC dan DC)

2. Sebagai penyearah

3. Sebagai mixer

4. Sebagai osilator

5. Sebagai switch.

UNI JUNKTION TRANSISTOR

Uni Junktion Transistor (UJT) adalah transistor yang mempunyai satu kaki emitor dan dua basis. Kegunaan transistor ini adalah terutama untuk switch lektronis. Ada Dua jenis UJT yaitu UJT Kanal -N dan UJT Kanal-P.

Uni Junktion Transistor (UJT)

FIELD EFFECT TRANSISTOR

Field Effect Transistor (FET) adalah suatu jenis transistor khusus. Tidak seperti transistor biasa, yang akan menghantar bila diberi arus basis, transistor jenis ini akan menghantar bila diberikan tegangan (jadi bukan arus). Kaki-kakinya diberi nama Gate (G), Drain (D) dan Source (S).

Field Effect Transistor (FET)

Beberapa Kelebihan FET dibandingkan dengan transistor biasa ialah antara lain penguatannya yang besar, serta desah yang rendah. Karena harga FET yang lebih tinggi dari transistor, maka hanya digunakan pada bagian-bagian yang memang memerlukan. Ujud fisik FET ada berbagai macam yang mirip dengan transistor. Seperti halnya dengan transistor, ada dua jenis FET yaitu Kanal-N dan Kanal-P. Kcuali itu terdapat beberapa macam FET ialah Junktion FET (JFET) dan Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET).

MOSFET

Metal Oxide Semiconductor FET (MOSFET) adalah suatu jenis FET yang mempunyai satu Drain, satu Source dan satu atau dua Gate. MOSFET mempunyai input impedance yang sangat tinggi. Mengingat harga yang cukup tinggi, maka MOSFET hanya digunakan pada bagian yang benar-benar memerlukannya. Penggunaannya misalnya sebagai RF amplifier pada receiver untuk memperoleh amplifikasi yang tinggi dengan desah yang rendah.

Unjud Mosfet dan Symbol-nya

Dalam pengemasan dan perakitan dengan menggunakan MOSFET perlu diperhatiakan bahwa komponen ini tidak tahan terhadap elektrostatik, mengemasnya menggunakan kertas timah, pematriannya menggunakan jenis solder yang khusus untuk pematrian MOSFET. Seperti halnya pada FET, terdapat dua macam MOSFET ialah Kanal-P dan Kanal-N.

INTEGRATED CIRCUIT

Integrated Circuit (IC) sebenarnya adalah suatu rangkaian elektronik yang dikemas menjadi satu kemasan yang kecil. Beberapa rangkaian yang besar dapat diintegrasikan menjadi satu dan dikemas dalam kemasan yang kecil. Suatu IC yang kecil dapat memuat ratusan bahkan ribuan komponen.

BENTUK IC SEPERTI TRANSISTOR

Bentuk IC bisa bermacam-macam, ada yang berkaki 3 misalnya LM7805, ada yang seperti transistor dengan kaki banyak misalnya LM741.

IC SINGLE IN LINE

Bentuk IC ada juga yang menyerupai sisir (single in line), bentuk lain adalah segi empat dengan kaki-kaki berada pada ke-empat sisinya, akan tetapi kebanyakan IC berbentuk dual in line (DIL).

IC DUAL IN LINE

IC yang berbentuk bulat dan dual in line, kaki-kakinya diberi nomor urut dengan urutan sesuai arah jarum jam, kaki nomor satu diberikan tanda titik atau takikan. Setiap IC ditandai dengan nomor type, nomor ini biasanya menunjukkan jenis IC, jadi bila nomornya sama maka IC tersebut sama fungsinya. Kode lain menunjukkan pabrik pembuatnya, misalnya operational amplifier type 741 dapat muncul dengan tanda uA-741, LM-741, MC-741, RM-741 SN72-741 dan sebagainya.

Suatu kelompok IC disebut IC linear, antara lain IC regulator, Operational Amplfier, audio amplifier dan sebagainya. Sedangkan kelompok IC lain disebut IC digital misalnya NAND, NOR, OR, AND EXOR, BCD to seven segment decoder dan sebagainya. Jenis IC yang sekarang berkembang dan banyak digunakan adalah Transistor-Transistor Logic (TTL) dan Complimentary Metal Oxide Semiconductor (CMOS). Jenis CMOS banyak terdapat di pasaran ialah keluarga 4000, misalnya 4049, 4050 dan sebagainya. Jenis TTL ditandai dengan nomor awal 54 atau 74. Prefix 54 menandakan persyaratan militer ialah mampu bekerja dari suhu -54 sampai 125 derajat celcius. Sedangkan prefix 74 menandakan persyaratan komersial ialah mampu bekerja pada suhu 0 sampai 70 derajat celcius. Penomoran TTL dilakukan dengan 2, 3 atau 4 digit angka mengikuti prefix-nya, misalnya 7400, 74192 dan sebagainya.

Huruf yang berada diantara prefix dan suffix menandakan subfamily-nya. Misalnya AS (Advance Schottkey), ALS (Advance Low Power Schottkey), H (High Speed), L (Low Speed), LS (Low Power Schottkey) dan S (Schottkey).

SYMBOL LOGIG CIRCUIT

Apabila dibandingkan rangkaian dengan menggunakan transistor dengan rangkaian menggunakan IC, cenderung penggunaan IC lebih praktis dan biayanya relatif ebih ringan. Pada saat ini sudah berkembang banyak sekali jenis IC, jenisnya sampai ratusan sehingga tidak mungkin dibicarakan secara umum. Untuk menggunakan IC kita harus mempunyai vademicum IC yang diterbitkan oleh pabrik-pabrik pembuatnya. Setiap jenis IC mempunyai penjelasan sendiri-sendiri mengenai sifatnya dan cara penggunaannya. Apabila kita membuka lembaran vademicum IC, kita akan melihat berbagai symbol. Dengan mempelajari rangkaian suatu IC, yang terdiri atas begitu banyak komponen, maka dapat kita bayangkan bahwa piranti tersebut praktis tidak mungkin lagi dirangkai dengan menggunakan tabung-tabung elektron.

Posted in Teknik | Tagged , , | Leave a comment

Merakit Sendiri Antena Radio Amatir

Tulisan dalam blog ini dimaksudkan untuk membahas secara garis besar hal-hal yang berkaitan dengan pembuatan antena radio amatir (dalam buku Amateurfunk-Antennen @ Richard Auerbach) , dengan tujuan bahwa teman-teman para amatir radio , khususnya saya sendiri untuk memahami hal hal yang berkaitan dengan antena radio amatir yang selanjutnya dapat dipraktekan untuk meningkatkan jarak pancar peralatan radio amatirnya.

Adapun Peralatan Radio amatir Selain Antena karena hampir seluruhnya paten dan tersedia dengan berbagai spesifikasi akan dibahas daam tulisan lainnnya.

Sistimatika penulisan terdiri dari 10 Bab antara lain:

Bab 1 : Pancaran Gelombang Pendek dan Ultra Pendek

Bab 2 : Fungsi Antena

Bab 3 : Kawat penyalur dan Penyaluran sumber listrik Antena 

Bab 4 : Pengukuran pada Antena

Bab 5 : Antena pengarah Multielemen

Bab 6 : Antena Kawat Panjang

Bab 7 : Antena Kompak dan Praktis

Bab 8 : Antena Mobil (untuk Gelombang Pendek dan Ultra pendek)

Bab 9 : Antena Gelombang Ultra Pendek

Bab 10:Bentuk khusus Antena Gelombang Pendek dan Ultrapendek

Adapun Peralatan untuk Pemutar antena  dan Menara antena juga akan dibahas dalam Bab lainnya.

Posted in Teknik | Tagged , , | Leave a comment

Konsep Dasar Antena RX pada Topband

Konsep Dasar tentang Antena RX pada Topband (160m) 

Catatan singkat tentang antena RX di bawah ini mungkin berguna untuk menambah efektifitas dan efisiensi penerimaan pada stasiun Anda, bila berencana untuk menggunakan antena khusus RX, sebagai berikut:

a. Berada di south latitude, dan seringnya petir muncul -sebagai akibat gangguan cuaca di wilayah Indonesia sekarang-  maka Anda akan temukan kendala besar dalam hal penerimaan ke arah belahan bumi yang dihuni oleh mayoritas populasi DXer (Jepang, Amerika dan Eropa).   

Ketiga kawasan ini adalah lokasi terbaik untuk mendulang stasiun dan skor dalam kontes akbar tsb.

Untuk itu, carilah lokasi yang senyap dari derau. Buatlah antena RX yang lobe-nya relative sempit dan mengarah ke kawasan yang disebutkan di atas tanpa ada gangguan dari samping (side) dan belakang (rear) lobes

Dengan ketajaman lobe yang lebih, maka bisa juga didapat rasio S/N yang lebih sempurna untuk penerimaan. 

b. Bila mungkin, perbanyaklah instalasi berbagai jenis antena RX supaya bisa mereduksi pile-up dari kawasan yang propagasinya buruk. 

Bila lahan Anda sempit, cobalah jenis-jenis antena RX loop seperti K9AY, TX3A, Flag/Pennant, Coax Loop dll. Referensinya mudah didapat di internet.

Yang paling sederhana, cobalah membuat sebuah antena dipole yang dipasang rendah, sekitar 10 meter DPT, untuk antena RX. Menurut sahibul hikayat, sudut datang sinyal DX pada topband ke kawasan Indonesia seringkali tinggi (high angle) karena berbagai faktor alam. Sinyal seperti itu akan menjadi ‘umpan’ yang baik bagi antena low dipole.

Selamat berkontes! Semoga jadi juara dunia pada Topband.

oleh Jo, YC0LOW

Posted in Teknik | Tagged , , | Leave a comment

Perbedaan Band 40m, 80m dan 160m

Perbedaan-perbedaan antara Band-band 40m, 80m dan 160m

Low Bands didefinisikan meliputi 40m, 80m dan 160m. Propagasi di antara band-bandtersebut amat berbeda.Dalam buku LOW Band DXing, edisi 5, ARRL, 2010, Bab 1, halaman 52, John, ON4UN, menulis singkat tentang perbedaan tiap band, termasuk karakter propagasinya. Berikut terjemahannya untuk Anda:

40m.
* Seperti band HF yang kondisinya sangat baik pada malam hari (band ini hampir mirip dengan VHF bagi seorang topbander!)
* Prakiraan propagasinya bisa diselesaikan dengan menggunakan program-program klasik yang berbasis MUF (maximun usable frequency)
* Propagasi grayline juga terjadi sepanjang garis terminator – seperti yang terjadi pada band-band HF yang lebih tinggi.
*Zona grayline bisa mencakup kawasan yang sangat luas (selama berjam-jam bahkan di medium latitudes)
* Pembelokan (skewed) sinyal tidak sebanyak yang terjadi pada 80m dan lebih lagi pada 160m.
* 40m memungkinkan Anda bekerja DX mencapai jarak/arah ke mana saja, bila peralatannya memadai.

80m.
* Dengan peralatan yang memadai di kedua stasiun maka dapat menjangkau jarak dan arah kemana pun pada saat-saat yang tepat tiap tahun.
* Selama tahun-tahun/masa sunspot yang rendah, propagasi pada 80m bisa jadi sangat dipengaruhi oleh MUF
* Propagasi grayline yang amat bagus selalu terjadi pada arah yang tegak lurus terhadap garis terminator.
* Bekerja DX melalui sabuk aurora (auroral belt) adalah sesuatu yang biasa, bahkan pada tahun-tahun sunspot yang tinggi.

160m
* Propagasinya tidak dipengaruhi oleh MUF, dan hanya secara marjinal dipengaruhi oleh siklus matahari (solar).
* Selain ada fenomena aurora, belum diketahui secara persis apa yang menyebabkan baik atau buruknya DX pada malam hari. Misteri masih merupakan bagian terbesar dari Top Band!
* Absorbsi/penyerapan oleh aurora sangat lazim terjadi pada 160m.
* Pembelokan (skewed) sinyal sering terjadi
* Propagasi grayline yang amat bagus selalu terjadi pada arah yang tegak lurus terhadap garis terminator.
* !60m memiliki area khusus di mana untuk bekerja DX adalah mudah – yaitu kawasan sekitar 5000km dari QTH Anda. Sebagai contoh, Eropa barat bisa mudah bekerja dengan pantai timur AS tiap hari. Zone grayline yang abu-abu adalah W5, W8 dan W9. Sedangkan W0 adalah lebih gelap dari abu-abu. Untuk kawasan di luar itu, kondisi propagasi harus lebih baik di atas rata-rata. Ini berbeda dengan 80m, di mana jarak yang lebih jauh masih mungkin bisa dicapai tiap hari – atau peralihan kondisi propagasi antara “mudah” dan “susah” sepertinya lebih tersamar.
* Long path yang istimewa ( yaitu, tanpa ada pembelokan sinyal) pada 160m adalah pengecualian, kecuali untuk stasiun-stasiun yang berada dekat dengan antipodes, dan hanya terjadi pada masa siklus sunspot yang rendah.
* Bila propagasi 80m terbuka, tidak ada jaminan bahwa 160m akan terbuka juga. Namun, bila 80m buruk, maka 160m pun buruk. Jadi, jangan pernah meng-ekstrapolasi kecenderungan dari high bands ke band yang lebih rendah, karena hasilnya tidak akan pernah sesuai.
* Secara tipikal, pada 160m ada QSB yang pelan tapi dalam, terutama pada jarak yang marjinal. Disarankan supaya bisa membaca callsign lawan pada kesempatan awal QSO. Mungkin tidak akan ada kesempatan kedua atau -kalau pun ada- itu akan terjadi pada beberapa menit kemudian. Saya jarang mengalami hal ini pada 80m. Kesabaran adalah penting. Anda mungkin harus menunggu lama sampai puncak propagasi terjadi pada Anda.
* Saat siklus sunspot yang rendah, 160m biasanya meberikan puncak propagasi pada sunrise (terkadang juga sebelum tengah malam), utamanya untuk long path yang terjauh, dan ketika kedua ujung path berada di garis terminator. Sangat sering kita saksikan adanya sinyal yang memuncak pada masa sunrise. Adapun pada saat sunset, lebih jarang terjadi. Yang ada, biasanya pembukaan yang lebih melebar dalam waktu satu jam setelah matahari tenggelam.
* Pada 160m, gejala skip seringkali pada area tertentu saja.
* Bekerja DX melalui lingkaran aurora adalah sangat sulit (atau bahkan tidak mungkin) dilakukan pada 160m.
* Daya pukau bekerja dengan stasiun baru (new one)pada 160m adalah sepuluh kali lipatnya daya pukau pada 80m! (oleh Jo, YC0LOW)

Posted in Frekuensi | Tagged , , , | 1 Comment

Elecraft K3

Elecraft K3, Transceiver Baru (Maret 2011)

 

Ini dia! Sebuah high end radio: Elecraft K3 (lihat Gambar 1 dan Gambar 2).

Gambar 1. Panel depan Elecraft K3. Transceiver modern buatan AS yang telah diakui banyak pihak sebagai yang terbaik untuk LOW bands  
Gambar 2. Panel belakang K3

Keistimewaan

Kalau kita mengambil referensi dari buku LOW band DXing oleh John ON4UN, edisi 5, maka transceiver buatan Elecraft, AS, inilah yang sedang naik pamornya. Dalam lima tahun belakangan ini- yaitu saat K2 diluncurkan ke pasar- popularitasnya menonjol dan telah menggeser merek-merek lain (terutama buatan Jepang). Seperti Icom IC-7800, K3 adalah transceiver yang punya fitur dual diversity RX. Spesifikasi main-receiver dan sub-receiver-nya adalah identik.

Kegunaan
Bila Anda beroperasi secara split (frekwensi TX dan RX terpisah), sub-receiver akan memungkinkan Anda mendengarkan kedua frekwensi tsb di saat yang sama. Biasanya, mutu penerimaan audio pada sub-receiver sebuah txcvr akan lebih rendah dari pada main-receiver.

Dengan fitur ini, Anda dapat mendengarkan sinyal yang tertangkap oleh dua antena RX yang diarahkan ke dua mata angin pada saat yang bersamaan. Audio output pada headphone stereo bisa disetel dengan memanfaatkan L dan R speakers.

Peringkat transceivers yang digunakan oleh para LOW band DXers. dan  “What is the Best Transceiver?”  sbb:

Transceiver, 160m Total Group (166 respon, dalam prosentase):
- Elecraft K3, 61%
- Ten-Tec Orion, 18%
- Yaesu FT-1000 (D-MP), 10%
- Icom IC-1800, IC-7700, 6%
- Yaesu FT 2000, 3%
- Icom IC756, 3%

Adapun review dari 130 orang penggunanya dapat dilihat pada 

http://www.eham.net/reviews/detail/6673

Untuk menghemat pengeluaran, saya memesannya dalam bentuk modular kit. Bukan factory assembled. Selisihnya bisa AS $ 250 sendiri! Untuk merakitnya, tidak diperlukan keahlian menyolder. Di YouTube banyak ditemukan video perakitan K3 yang rata-rata memakan waktu sampai 7-11 jam lamanya. Pedoman perakitannya lengkap dan sangat mudah diikuti sekalipun tidak punya latar belakang pendidikan elektronika.

Untuk menghindari kesalahan fatal dalam memesan modul, Jo lebih dulu berkorespondensi via email dengan beberapa teman topbanders di AS dan Inggris. Jo memilih Bill, W4ZV, Dave W5UN dan Pres, N6SS. Ketiganya kawakan dari AS. Dari Inggris, saya pilih Ron, GW3YDX. dan mereka dapat memberi saran/petunjuk penting karena mereka pengguna K3.

Secara umum, inilah rangkuman saran-saran mereka untuk penggunaan DXing 160m, CW.

  1. Modul-modul K3 bisa dibeli lengkap tapi akan banyak menghabiskan uang. Sebaiknya, dilengkapi secara bertahap karena instalasinya akan sangat mudah (semacam konsep rumah tumbuh di sini ).
  2. Komponen dasar pada modul-modul K3 sudah memberikan keunggulan untuk meredam derau pada topband. DSP-nya dual, 32-bit.
  3. Plot/kurva pada filter-filter RX 250Hz dan 400Hz untuk CW tidak banyak bedanya Jadi, Jo beli  hanya modul KFL3A-200Hz dan KFL3A-400Hz untuk CW.
  4. Modul utama K3/100
  5. Modul KXV3A untuk RX Antenna, IF Out dan Xverter Interface
  6. Modul K3SSKT, Hardware kit Stainless Steel (saran dari Pres, N6SS) yang akan membuat casing transceiver tahan karat (siapa tahu QRV di pantai -Jo).

Saran terbaik datang dari Ron, GW3YDX, pemilik Vine Antennas, UK, agar saya tidak memesan modul KAT3-F, automatic antenna tuner (US$ 339.95). Selain harganya mahal, Ron menyatakan bahwa linear amplifier Acom 1000 (sudah tiba dua minggu lalu waktu itu) akan secara otomatis memberi nilai SWR yang rendah.

Pemesanan dilakukan secara langsung via internet. Dukungan pelayanan dari bagian penjualan di Elecraft sangat baik. Mereka minta data secara lengkap untuk pencatatan pengguna K3 di seluruh dunia. Dan, selalu menginformasikan proses di pabriknya sampai dengan pengiriman udara via USPS yang insured dan trackable.

Modul-modul untuk operasi moda SSB dan/atau digital, seperti microphone, filters dll, Jo tidak pesan karena tidak berminat main di situ. Demikian pula dengan komponen kabel USB-to-Serial dengan FTDI chipset – yang sudah dimiliki, sehingga banyak penghematan yang berarti.

Sumber :Jo, YC0LOW

Posted in Teknik | Tagged | Leave a comment

Teknik Radio

Teknik Radio

Ada beberapa teknik radio yang sering dipelajari oleh seorang amatir radio, seperti,

  • Teknik Antenna
  • Teknik Membuat Pemancar Sendiri (Homebrew)
  • Teknik Gelombang Mikro (microwave)
  • Teknik Komunikasi kode Morse (Continous Wave)
  • Teknik Komunikasi Satelit (Amatir Satelit)
    • Teknik Komunikasi melalui Bulan sebagai satelit pasif Earth Moon Earth (EME)
  • Teknik Modulasi
  • Teknik Televisi Amatir
    • Slow Scan TV (SSTV)
    • Fast Scan TV
  • Teknik Komunikasi Digital
    • Radio Teletype (RTTY)
    • Radio Paket
    • Jaringan Data Kecepatan Tinggi di 2.4GHz & 5.8GHz.
    • PSK31
  • Propagasi Radio
  • Teknik jaringan komputer / Internet
Posted in Teknik | Tagged | Leave a comment